jump to navigation

Kisah Pria dan Wanita Juli 12, 2008

Posted by safruddin in Inspirasi.
trackback

Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria & wanita. Pada saat Sang Pencipta
telah selesai menciptakan pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus
menciptakan wanita.

Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk
menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia
mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang
rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah,
sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak,
kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu
dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan
bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari
burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita
dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya
tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia.
Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu
untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang
untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup
dengannya’.

‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali. Beberapa minggu
kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku
memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.

Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu
memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak
enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian,
kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan
menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja
kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk
disentuh. Aku suka akan senyumannya.

Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!’.

Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan wanita itu kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan
berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak
lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak
tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu.

Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.

Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’.

Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa
yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga
tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti
hidup ini?’.

‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima
perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi
kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan

Komentar»

1. fauzan - Juli 12, 2008

Loh, emang ada cerita kayak gitouw…, memang faktanya wanita itu memang seperti itu, menghadapi wanita itu jangan berlebihan tetapi jangan pula kurang hadapilah dengan kesederhanaan..

2. Nisa - Juli 13, 2008

MasyaAllah…bagus banget!!!

aku sampe kirim2 ke temen2 ku lewat email.

3. nara sabila - Juli 14, 2008

saia orang Islam. dan maaf kalo komentar saia nantinya memang gak akan jauh2 dari situ.pertama: penciptaan manusia terutama wanita adalah dari tulang rusuk laki2. kurang begitu sepakat kalo disebutkan bahwa berbagai watak yang menyertai manusia khususnya wanita itu diambil dari item2 apa yang tertulis diatas. Karena saya meyakini bahwa yang namanya manusia itu diciptakan oleh Allah SWT. telah disertai oleh potensi-potensi yang butuh untuk dipenuhi. potensi itu antara lain; mengagungkan sesuatu yang lebih dari dirinya, mempertahankan diri, mencintai, dan kebutuhan hidup.dan dalam perjalanan pemenuhannya pasti akan ada hambatan dan disinilah muncul masalah. kemudian tugas manusia yang mulia karena akalnyalah agar bisa mengontrol bagaimana hal itu bisa diatasi, tentu saja akal disini harus disertai dengan iman yang dengannya manusia akan terdorong untuk mencari petunjuk bagaimana menjalani kehidupan.Kedua: yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan ini adalah iman dan islam karena dengannya manusia akan sadar tentang Darimana dia berasal? Untuk apa dia hidup didunia?Dan akan kemana dia setelah mati nantinya? Mohon maaf dan terima kasih sebelum dan sesudahnya ^_^

4. elis - Juli 17, 2008

ceritanya bagu banget, jadi terinspirasi neh.hehe..

5. Femalia - Juli 17, 2008

Benar-benar bagus bgT!!!
Thx…

6. erween - Juli 17, 2008

bagus,dan mengelitik…tapi ad ya cerita seperti ini??
tapì ga setuju juga seh dgan kisah rekaan yg cuma membedah sebagian kecil makna hidup kaya gene…

7. atha - Juli 25, 2008

it’s real🙂
Lucu…..tp emang bgitu keadaannya….
Moga semua bs slg mengerti n memahami kelebihan n kekurangan masing2
G menuntut berlebih :-)!!

Sometimes….qt hrs belajar u/ mencintai, drpd mencoba u/cintai🙂

8. masbadar - Juli 27, 2008

wah, cari inspirasinya ke tempat yg bener yah, baru bikin cerita..😀 cara cari inspirasi

masbadar: “ada 8 cara agar blog cepat terindeks google”

9. anggie - Juli 31, 2008

bagus banget..
ijin ya mas tak copy ke blog aku…
thx

10. felix - Agustus 8, 2008

hmmm,,, bagus,,,

11. edanedanedan - Agustus 22, 2008

sayang sekali, perempuan ada setelah ditawar bolak balik oleh pria. Kupikir semua ciptaan ada manfaatnya. Tapi kalau manfaatnya adalah pelajaran hidup, okelah. acceptable.

12. cumie - September 9, 2008

Toooooooooooooooopppp,,,, buangeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttt,,

13. Abazahrah - September 17, 2008

saya merasa kagum dengan daya imajinasi yang mas buat tapi Maaf sbelumya, benar apa yang dikatakan nara sabila untuk membuat cerita tentang penciptaan manusia hendaklah dengan refrensi yang jelas. jangan menggunakan retorika atau keindahan gaya bahasa karena ini menyangkut aqidah.
makasih

14. tegs - Oktober 9, 2008

Bagus banget mas tulisannya😀

ass…
bwat nara sabila and abazahrah..
saia jg org Islam.
dan gw rasa dia (si penulis) ga da maksud tuh nyinggung Islam.
ga usah kalian kasih tau jg mas yg tulis tulisan ini (Safruddin) udah pasti tau asal usul yg sebenarnya manusia d ciptakan dan siapa yg menciptakan (Allah YME).
yg pentingkan qta (para pembaca) bisa menangkap arti/maksud yg ingin di sampaikan oleh tulisan tersebut. titik ga pake koma.

-Makasih- ..was

15. ashhabul kahfi - Oktober 14, 2008

berbicara tentang Alloh tanpa ilmu? istighfar…

16. di2k - Agustus 20, 2009

menurut saya kata “Pada saat Sang Pencipta
telah selesai menciptakan pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus
menciptakan wanita” adalah kedzoliman yang besar. saya harap diperbaiki karena Sang Pencipta tidak punya sifat lupa. ingatlah putihnya segelas susu dapat pudar hanya dengan setetes tinta.

17. Ipin - September 23, 2009

Ceritanya bagus!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: