jump to navigation

Petani dan Tukang Roti Agustus 9, 2007

Posted by safruddin in Artikel Motivasi.
trackback

Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.

Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, “Tentu kau mempunyai timbangan?”

“Tidak, tuan hakim,” jawab petani.

“Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?” tanya hakim.

Petani itu menjawab, “Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu.”

Smiley…;) Cukup banyak contoh, kekesalan kita pada orang lain berasal dari sikap kita sendiri pada orang lain.

Note :
Berpikirlah sebelum mengamibil keputusan, terkadang keputusan yang tergesa-gesa membuat sesal kemudian.

Iklan

Komentar»

1. noviarman - Agustus 22, 2007

NICE!!

ingat kata orang2 tua
telunjuk lurus kelingking berkait

sering kita cuma bisa menuduh,
padahal kita melakukan kesalahan yang sama
atau bahkan jauh lebih buruk daripada itu

contoh sederhana kita memaki-maki kalau karya kita dibajak
padahal ternyata kita masih “bergelimang” dengan hal itu
alias menikmati hasil bajakan:
OS, software, game, film, dll.

nice article..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: