jump to navigation

KUPU-KUPU Juli 22, 2007

Posted by safruddin in Inspirasi.
trackback

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya. Sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang, perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya memohon kekuatan, dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon kebijakan, dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja.

Saya memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi.

Saya memohon cinta, dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon kemurahan/kebaikan hati, dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.
Sumber : Majalah Paras’ No.20 edisi Tahun II Mei ’05

Iklan

Komentar»

1. tirtaamijaya - Juli 23, 2007

From : Safruddin
Thx untuk commentnya mas. Saya berusaha terus mencoba memberikan tulisan yang berguna,
dan bermanfaat bagi rekan2 netter……

From : Tirtaamijaya
Sdr Safrudin, rupanya saya menjadi fans tulisan anda, karena tulisan anda menarik dan berbobot, pantas untuk dielaborasi sehingga kwalitas bloging menjadi meningkat, bukan kelas tulisan sampah yang tidak bertanggung jawab..Fenomena tulisan tentang Kupu-kupu terus terang baru sekarang saya baca, walau sebenarnya saya hoby membaca tulisan filosofis. Sangat menarik fenomena yang anda ungkapkan dan fenomena itu banyak terjadi dalam kehidupan nyata.
Dalam kehidupan modern sekarang ini, dimana nilai nilai budaya barat yang serba canggih dan cenderung suka short cut atau by pass, sering membuat masyarakat sekarang cenderung suka yang instan/cepat saji. Tidak suka kepada perjuangan yang lama dan berat dalam mencapai cita cita.Tanpa menguasai ilmunya, secara terburu buru mengambil kesimpulan dan mengambil keputusan yang dikiranya baik, padahal mencelakakan, seperti orang yang menggunting kepompong untuk menolong proses lahirnya kupu kupu.
Fenomena kupu kupu tulisan anda perlu dibaca banyak orang. Banyak sekali orang tua yang karena sangat sayang dan ingin mempermudah anaknya mencapai sukses, mereka memberikan berbagai fasilitas/kemudahan untuk memperlancar karier anaknya. Akibatnya anaknya matang seperti dikarbit, matang tanpa proses perjuangan hidup yang mutlak harus dilalui.
Saya sebagai orang tua dari 6 anak yang sekarang 5 orang sudah mandiri, dulu sering didebat anak saya karena dianggap kurang mengikuti perkembangan zaman, kuno, masih menggunakan nilai nilai zaman dulu yang ketinggalan zaman. Padahal saya hanya meminta mereka Do the best, God take the rest. Lakukanlah yang terbaik yang bisa dilakukan, jangan malas, jangan anggap remeh masalah, serius, jangan boros, budayakan kompetisi, sisanya serahkan Tuhan.
Tulisan Fenomena Kupu Kupu memberikan inspirasi kepada banyak orang agar jangan cepat mengambil kesimpulan dan keputusan kalau tidak tahu ilmunya, ilmu tentang rahasia maksud Tuhan didunia ini. Selamat menulis lagi!, saya akan rajin memberi komentar/sharing.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: