jump to navigation

Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi Juni 16, 2007

Posted by safruddin in Inspirasi.
trackback

Pembaca, jangan meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran
kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak
tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa.
Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah
mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein
serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan
energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya
bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler,
dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar
dari idenya itu.

Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja?
Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah
magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa
yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar
kita imajinasikan.

Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi
seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur,
dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan
imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan
imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan
bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.

Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi
yang ingin saya ceritakan di sini. Pertama, kisah hidup Mayor James
Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-
gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan
itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.

Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan
dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi
kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap,
kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang
meletihkan baginya.

Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak
sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan
imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang
indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail.
Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.

Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara.
Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk
pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-
rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya
kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang
jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu
berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi
itu.

Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang
bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha
menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-
up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di
posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk
berhenti.

Bulatkan tekad

Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke
negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss
Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America!
Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya,
Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua
kali kalah di Florida.

Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia
membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss
Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya
berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan
tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.

Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya
apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah.
Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti
tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”

Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah
berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya
mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di
panggung itu…dalam pikiran saya.”

Pembaca, dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan
imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita.
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan
mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.

Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama
sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan
imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-
citakan.

Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the
master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita
membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.

Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi
yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu
banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi
negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.

Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya
imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan
sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mempu
menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-
citakan.

Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya.
Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-
hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif
yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan
kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams
will come true!

Sumber: Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi oleh Anthony Dio Martin, 
Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing
Director HR Excellency

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: