jump to navigation

CERITA CINTA Juni 16, 2007

Posted by safruddin in Inspirasi.
trackback

Suatu ketika, terdapat sebuah pulau tempat tinggal seluruh perasaan: Kebahagiaan, kesedihan, pengetahuan, dan masih banyak lagi yang lain. Termasuk diantaranya, CINTA. Suatu hari di umumkan kepada seluruh perasaan bahwa pulau tersebut tidak lama lagi akan tenggelam, sehingga seluruh perasaan yang ada segera mempersiapkan perahunya untuk pergi.

Cinta ingin terus bertahan hingga detik-detik terakhir. Saat pulau hampir tenggelam, barulah cinta berpikir untuk meminta bantuan. Kekayaan lewat didepannya dengan kapal yang megah. Cinta berkata, “kekayaan, bolehkah aku pergi bersamamu?” kekayaan menjawab, “tidak bisa, kapalku penuh dengan emas dan permata, tidak ada lagi ruang yang tersisa.”

Cinta memutuskan untuk bertanya pada kesombongan yang melewatinya dengan kapal yang indah. “kesombongan, tolong selamatkan aku!”, “cintaku sayang, aku tidak bisa membantumu. Kamu basah sekali, nanti merusak kapalku yang indah”.

Kesedihan tampak berlayar didekat pulau. Cinta pun berteriak “kesedihan, ijinkan aku pergi bersamamu!”. “Aduh cinta, aku terlalu sedih. Sekarang aku hanya ingin menyendiri, kamu tidak bisa ikut denganku”.

Setelah beberapa saat, kebahagiaan pun tampak di kejauhan, tapii..dia terlalu bahagia sehingga dia tidak mendengar saat cinta memanggilnya,

Tiba-tiba terdengar suara, “cinta, ikutlah denganku”. Muncullah sosok tua dengan kapalnya yang tak kalah tua namun berkesan agung dan anggun berwibawa. Cinta merasa sangat bersyukur, langsung naik ke kapal. Akibat terlalu girang bisa selamat dari pulau perasaan yang tenggelam, saat mencapai daratan kering, cinta lupa menanyakan nama sosok tersebut hingga sosok tersebut hilang menjauh ditelan cakrawala, melanjutkan perjalanannya.

Sadar betapa besar utang budinya kepada sosok tua tersebut, cinta pun bertanya kepada pengetahuan, sesepuh para perasaan yang ditemuinya di pulau itu. “Siapakah yang telah menolongku?”, “dia adalah Waktu!”, jawab pengetahuan. “Waktu?” tanya cinta setengah tidak percaya. “Tapi mengapa waktu bersedia menolongku?” pengetahuan tersenyum dengan penuh kebijaksanaan dan menjawab, “karena hanya waktu yang dapat memahami betapa besar arti sebuah cinta”

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: