Pengalaman Adalah Guru Terbaik Juli 1, 2007
Posted by safruddin in Artikel Motivasi.3 comments
Saya mau sharing sebuah cerita, semoga bermanfaat dan memberi
masukan berharga bagi kita, bahwa kesuksesan dan keberhasilan itu
memang harus di perjuangkan dan tidak datang dengan tiba-tiba.
Silahkan menjawab pertanyaan dibawah sebagai awal dari sebuah
cerita…
Pertanyaan pertama : siapa yang MAU menjadi kaya ?
Semua orang pasti akan angkat tangan.
Pertanyaan kedua : siapa yang BERUSAHA utk menjadi kaya ? Hanya
sebagian saja yang angkat tangan.
Pertanyaan ketiga : Siapa yang SUDAH kaya ?
Jumlah yang angkat tangan lebih sedikit lagi.
Apa yang salah disini ?
Pada pertanyaan pertama, orang hanya ditawari saja suatu keadaan.
Tidak sulit, karena mereka tinggal bilang mau atau tidak. Pada
pertanyaan kedua, sudah menjurus ke tindakan yang akan anda lakukan
untuk mencapai pertanyaan pertama tersebut. Disini orang yang
menjawab positif tidak sebanyak di pertanyaan pertama. Macam-macam
penyebabnya. Mengapa ?
Orang mau kaya secara cepat, kalau bisa secara instan tanpa perlu
bekerja keras. Alasan kedua, mereka mau bekerja keras, tapi “not in
the right track” sehingga kerja keras mereka tidak membuahkan hasil
sesuai yang diharapkan. Alasan ketiga, mereka tidak tahu harus
memulai dari mana, alasan terakhir mereka merasa cukup hidup yang
biasa-biasa saja, tidak perlu terlalu ambisius.”Ora usah ngoyo”,
begitu kata orang jawa.
Pada pertanyaan ketiga adalah pada hasil, apakah hasil kerja anda di
pertanyaan kedua membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya orang yang
sudah berhasil di pertanyaan kedua yang bisa ikut angkat tangan
disini. Sebenarnya, gimana sih cara untuk menjadi kaya, terutama
secara mudah kalau bisa ? saya juga mau ^_^
Ada beberapa cara untuk kaya secara mudah. Yang pertama adalah lahir
sebagai anak orang kaya. Jadi berbahagialah anda yang lahir dengn
nama belakang Onasis dan Hilton. Karena begitu lahir anda cukup
angkat tangan untuk menjawab pertanyaan ketiga saja.
Yang kedua adalah Kawin dengan anak orang kaya. Namun apabila anda
sudah menikah dan tidak mendapatkan “kesempatan” ini, anda bisa
dengan cara ketiga, yaitu mempunyai menantu orang kaya. Masih ada
beberapa cara lain, namun yang berikut lebih mengandalkan dewi
fortuna, misalnya anda menang undian atau dapat warisan mendadak
dari keluarga. Kalau dari semua cara tersebut anda tidak berhasil,
berarti anda memang harus menggapai melalui jalur kerja keras.
Cara ketiga yang menarik dan Halal. Bertemu dengan orang yang tepat.
Kerja keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya.
Perlu juga di imbangi dengan kerja cerdas (smart work). Orang yang
tepat adalah orang yang bersedia menjadi mentor kita, serta mau
membimbing kita. Tentunya dia sendiri juga sudah kaya, jadi
bimbingan yang diberikan bukan cuma teori saja, tapi juga
pengalaman. Pengalaman itu mahal harganya, karena dengan belajar
dari pengalaman orang lain anda akan terhindar dari “lubang jebakan”
kegagalan.
Dalam kehidupan sehari-hari ini, seperti apa sih orang yang tepat
itu ? tidak mudah memang menemukan orang yang tepat. kalaupun
misalnya anda sudah ketemu denga orangnya. belum tentu juga dia mau
membimbing anda. Orang yang tepat tidaklah selalu membimbing anda
secara langsung, bisa juga teknik, sistem, prinsip, kisah sukses
orang lain, tokoh idola, maupun suatu kebijaksanaan (wisdom).
Tidak usah berfikir terlalu rumit, mulailah dari sekitar anda saja.
Adakah suatu kebijakan atau seseorang yang sudah sukses yang bisa
anda contoh ? kalau ada cobalah untuk mengamati bagaimana proses
yang dia lakukan selama ini.
Lalu bagaimana mengetahui bahwa prinsip atau mentor yang akan kita
contoh itu tepat? Just Do It, seperti kata Nike.Lakukan saja. Dan,
jangan pula takut gagal, karena kita akan lebih banyak belajar dari
kegagalan daripada keberhasilan. tidak ada kesuksesan tanpa
kegagalan ataupun pengorbanan. Kita bisa belajar banyak dari mentor
ataupun pengalaman orang -orang sukses bagaimana mereka mencapainya.
Sumber : Situs Tetangga
10 Tips Sukses Dalam Kehidupan Juli 1, 2007
Posted by safruddin in Artikel Motivasi.8 comments
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.
Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia “sukses” di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.
Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut “sukses”? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset “orang sukses” bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.
Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10
mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana
orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca http://www.billporter.com, film “Door to Door” dan buku
berjudul “Ten Things I Learned from Bill Porter” oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata oang awam ia tidaklah termasuk kategori “sukses secara finansial.”
Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses ala Jennie?
**
*Satu*, bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing,” kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah
perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang
salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
**
*Dua*, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
**
*Tiga,* setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego.
Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, “There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya
(niche). Find your niche, so you find your place in the world.
**
*Empat*, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, “Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.”
**
*Lima,* belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
**
*Enam*, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
**
*Tujuh*, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
**
*Delapan,* semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
**
*Sembilan*, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
**
*Sepuluh*, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. “Just do it,” kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiapkesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.
Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).
*Sumber*:
Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and
over 850 articles published in the United States, Canada, UK,
France, Germany, Singapore and Indonesia.
